Pengganti
This poem is a special tribute to Allahyarhamah Obek Nasiah binti Adnan (12 Sept 09) and Allahyarham Obek Shahrir bin Adnan (19 Oct 09)
Dalam kebasahan
Desir angin sendu mengundang gerimis malam
Mengiringi sebuah perjalanan terasing
Ke taman abadi..
Dalam kedinginan
Hati membeku melawan sedu
Tingkah dipacu gagah
Senyum dipaksa ramah
Karna tangan menggenggam erat selaksa tirakat
Mewaris amanah yang tertinggalkan
Ini permainan realiti
Bila yang pergi tak kembali
Yang tinggal tak henti menabur budi
Tapi jiwa?
Kadang sulit tuk mengerti
Padahal siang dan malam pun
tak pernah bosan menyusun hari
Justru itu,
Yang patah, harus tumbuh
Yang hilang, harus berganti!
Cycling @ Botanical Garden, Putrajaya
Kemesraan Ini Janganlah Cepat Berlalu
Dan memandang ombak di lautan yang kian menepi
Burung camar terbang bermain di derunya air
Suara alam ini hangatkan jiwa kita
Sementara sinar suria perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa tercurah saat itu
Kemesraan ini… janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini… inginku kenang selalu
Hatiku damai… jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai… jiwa ku tentram bersamamu
Half-planned Visit to Bawean Island
One week I spent just like one night of beautiful dream. Till now, I couldn’t believe of a fact that I had experienced such a different world, yet I felt not too hard to adapt with (as how I thought of previously). Well.. at least for a week.. haha. No computer and internet for me, but there are lembu, sawah and gunung for me to be amazed of. No car for me to travel and the road are unbelievably ruined, but ‘keliling kampung’ using motorbike is not less exciting( sakit pinggang je lah hehe). But, NO TRAFFIC JAM BABEH!! I was free from traffic jam for a week… felt like Heaven… hohohohohho!
Sembilan tahun adalah jarak yang cukup lama untuk aku mengingat-ingat kembali peristiwa dan kondisi Bawean yang pernah kukenal dulu. Ada perubahan dan ada juga persamaan. Ada peningkatan dan ada penurunan. Namun, tidak layak untuk aku menilai lebih dari itu, karna sudah cukup lama aku tidak menjadi sebahagian dari keberhasilan ataupun kekurangan yang mereka punyai sekarang.
Lumrah alami, di manapun pasti tidak luput dengan perubahan dengan berjalannya waktu. Yang lebih berharga adalah pelajaran atas semua kejadian, untuk kebutuhan diri sendiri dan untung jika bisa bermanfaat untuk orang lain.
Namun, bila mendengar kisah-kisah magis tentang Bawean, sengaja terlintas dalam benak fikiranku satu julukan lain, "Bawean, The Land of Magic". Mulai dari sejarah terbitnya nama Bawean, hinggalah keberadaan tempat-tempat keramat, sampai sekarang masih membawa ceritera magis dan setia diperturunkan dari generasi ke generasi.
Sudah menjadi lumrah masyarakat desa, mereka memegang kuat ciri-ciri ketimuran, kesopanan pertuturan dan budi bahasa yang tinggi. Walaupun banyak cerita yang kudengar tentang sebahagian anak-anak muda yang tidak mampu menahan pengaruh luar dari merusak budaya, namun masih banyak yang sangat menjaga akhlaqulkarimah yang diterapkan pada mereka sejak usia dini.
Dalam kesibukan melayani saudara dan tetangga yang mampir ke rumah tiap hari, sempat juga aku menziarahi makam Waliyah Zainab di Pangga, pusara kakek dan nenek di Teluk Jati dan Gelam, pusara-pusara di puncak Gunung Pataonan, Gelam. Tapi sayang, tak sempat mengikut ibu menziarah saudara di Tenggen, tempat yang katanya ada Jirat Lanjang (kubur panjang). Kebetulan pada hari itu aku malah sakit, mungkin tidak tahan cuaca panas.
Bawean tika ini sedang musim kemarau, hampir tidak ada hujan sama sekali. Sawah dan dusun berwarna coklat kekuningan tanda tumbuh-tumbuhan sedang mengering. Aku malah sempat melihat kebakaran di kaki Gunung Pataonan, dekat dengan rumah kakakku. Mulanya aku cemas bila api terus menular sangat dekat dengan persawahan dan kandang sapi. Namun kata kakak, ini kejadian rutin setiap kali musim kering. Kaki gunung ini pasti akan terbakar dan membersihkan hamparan daun-daun jati yang sedang mengering.
Kacang jadi tanaman pengganti untuk menyuburkan kembali tanah sementara menunggu musim menanam yang akan datang.
Pekerjaan orang Bawean umumnya adalah petani dan nelayan. Kini, keberhasilan pendidikan telah melahirkan anak2 lokal yang mampu menjawat peran sebagai guru. Guru lokal mendidik anak lokal juga, ini satu ciri yang kuanggap penting dan sangat berharga untuk Bawean.
Hafith, seorang guru di SD Pinang Gunung sempat memberi pandangan secara umum dalam perbualan singkat kami di atas kapal. Dia sangat mendukung perubahan dalam syllabus pelajaran yang lebih memperbanyak praktikal daripada cuma teori total. Sistem pembelajaran satu guru - satu kelas untuk SD, mengharapkan kesanggupan guru untuk merangkum keseluruhan keperluan pendidikan; jasmani dan rohani, untuk satu kelas yang ada di bawah tanggungjawabnya.
Bakar, anak Uwa Zaini yang sempat kami ziarahi rumahnya juga seorang guru. Dia yang mesra dipanggil Bek-Bek, lebih terdedah dengan perkembangan politik dikarnakan keluarganya sendiri telah berkecimpung dalam bidang itu. Dia banyak memberi pandangan tentang keterkaitan antara kepimpinan politik dan tanggungjawabnya mengarahkan sistem pendidikan, khususnya pendidikan di Bawean. Pendidikan terpuruk atau lambat adalah kesan daripada sistem yang tidak stabil dan sering berubah-ubah bila adanya pertukaran pemimpin. Namun, dia akui keadaan sekarang makin membaik dan dia yakin sistem pendidikan akan jauh lebih stabil dalam jangka satu dua tahun lagi.
Jamal, sepupuku yang sedang kuliah juga menjadikan guru sebagai perkerjaan sampingan untuk menampung pembiayaan perkuliahannya. Dia tidak ragu-ragu menyatakan bahawa orang-orang Bawean sekarang lebih sadar tentang kepentingan pendidikan kepada masyarakat. Kesan pendidikan bukan hanya meningkatkan jumlah pejalar di sekolah atau pesantren, tapi masyarakat kini lebih percaya diri untuk menilai setiap arus perubahan yang datang dengan lebih bijak dan berilmu.
Musyayana, atau mesra dipanggil Yana, siswa kelahiran Sangkapura, punya cara sendiri untuk ikut memberi masukan ilmu kepada anak-anak Bawean. Dia punya tiga buah komputer yang lengkap dengan fasilitas printing di rumahnya. Fasilitas ini yang pada awalnya digunakan untuk kebutuhan adik-adik dan saudaranya sendiri, namun kini sudah terdaftar lebih dari 63 orang menggunakan fasilitas itu secara bergantian, dan GRATIS. Aku sedia tau apakah fungsi IT dalam setiap keperluan harian masyarakat. Namun, di Bawean, IT masih di peringkat awal perkembangan. Penataan pendidikan IT harus dijalankan dengan berhikmah karna masyarakat lebih cepat mengambil efek negatif dari efek positifnya, padahal efek positif menjanjikan kelestarian untuk semua hal dalam lingkungan.
I know what and where I’m heading, my dear people, and I’m not sitting still, though this time maybe I'm not doing it the way you like.
I started missing you now, Bawean……………. I’ll be back next year, Insya-Allah!
Event with Orphanages: Attitude of Gratitude
(Breaking Through To The Next Level, by Zig Ziglar)
Alhamdulillah, the planning for this event went well. Yes, definitely there are lots of rooms for improvement. But, thank you very much and congratulation for KSIT team; En Nasa, Kak Yus, Sya, Nadia, Zaza + husband, Linda + partner, Munzir, and all children who are the special guests on that day. You all add up an important value in my understanding of what gratitude really means. I'll remember this special day all of my life. Good luck to you children for your bright and most promising future. May Allah be with you always. Amin.
A Day with Anak Yatim Taman Medan
Venue:
The Woods Resort, Ulu Yam, Selangor
Date:
08 August 2009
Being Blessed on 123456789
"Salam Fiya. Yeah.. nowadays nobody wants to be reminded of the day she's born. I suppose there's no harm done eh sis? So, Happy Beseday 2 u. Hv a gud day, Cheers!", says Bro Ady.
"Dear, happy birthday. Wishing u all d happiness. May all ur dreams come true. Luv ya :-D Hv a great day!", says Chief Iz.
"Fiya darling, happy burday & may this day bring wonders & joy 2u :-)", says Darling Ara.
ALL I CAN SAY IS ... I'M SO GRATEFUL OF BEING ONE OF FEW PEOPLE WHO HAD TWO BIRTHDAYS IN A YEAR.
1- 7th of Aug. (I/C's Birthdate)
2- 22nd of Sept. (BirthCert Birthdate)
CONFUSED? Me too. So, don't ask why. Hehe!
Anyhow, I dedicate my special thanks to those people who had never failed to impress me of their love and kindness. I pray the very best to us all and may Allah's blessings become our great companion all the way to success.

Furthermore, one special number did occur, today in history of every 100 years. It falls @ 12:34:56 7/8/09. Where was I on that time?
I was in the car, driving all the way to Rumah Anak Yatim Taman Medan with Pn Maznah to meet Hjh Kamariah, the caretaker of the orphanage home. This visit is specially to confirm on the Saturday event @ The Woods Resort, Ulu Yam, that we had planned a month earlier. Too many things in my head at that moment, but Pn Maznah reminded me to smile while she snap a photo of me ngam-ngam few seconds after "that moment".The program has been planned earlier. But before that, we had rekee few other orphanage homes to reassure our service meets the right target of people. Rumah Amal Limpahan Kasih @ Kampung Aman, Puchong, the 1st home we visited for this purpose was not so bad at all. I was so grateful to see they have a proper system in place, effective scheduling for the children, one stop centre for collecting incoming donations from various places, as well as functioning as the distribution centre for other home branches and single mothers. Plus, they have also operate one nursery, selling flowers and plants, located at the same area of the house. This maybe has become part of their side income to support their financial needs.
Well.. that's all for the special day. I just pray for everything being planned work as planned. Amin.
Jejak Furqan



Justru ingin bertanya jawab, pada saksi-saksi yang tak pernah buta dan tuli, tapi selalu bisu itu. Adakah berguna sebuah sejarah kekalahan pada seorang pejuang yang miskin? Seberapakah kudrat yang ada untuk mengkambus awan hitam yang menari-nari di balik tembok pemisah antara haq dan kebathilan? Ternyata jawabnya ada dalam setiap hela nafas yang menghembus silih berganti antara malam dan siang, antara kalah dan menang.

Sang pemuja berlari kencang mengejar dan dikejar oleh pemasung waktu dan cita yang tertinggalkan. Hingga jejak kembali ia ke taman ini, tempat mula percobaan dan tantangan, penguji iman dan amal. Siapkah ia menapak jalan semula, sedang bekal diberi ibu hanya seberkas pelajaran dari sebuah sejarah kegagalan...?

p.s. nyum nyum, banana split (of Dairy King, Selera Putrajaya Food Court) is one good ending for this poem :-)


